Apa Faidah Puasa ? [Part 2]

Apa Faidah Puasa ? [Part 2]

Bismillah

Diartikel sebelumnya yaitu tentang Faidah Puasa [Part 1], disampaikan 24 Faidah buasa. Nah sekarang kita akan lanjut membahas kelanjutan dari Faidah Puasa.

  1. Ramadhan mengajarkan manusia untuk menjaga waktu.

Artinya adalah mengisi waktunya dengan berbagai macam ibadah dan ketaatan dan menjauhi dan meninggalkan maksiat dan dosa. Hal ini mengajari manusia untu memanfaatkan usianya dengan ibadah.

  1. Ramadhan mengajarkan manusia untuk berakhlak yang baik.

Jika ada orang yang mengajak berantam, maka cukup mengatakan “Aku sedang puasa.” BErbuat kebaikan dalam bulan puasa itu pahalanya berlipat pun sebaliknya perbuatan jelek.

  1. Puasa mengajari manusia untuk menahan amarah, kata-kata kotor dan tindakan yang konyol.
  2. Ramdhan mengajarkan manusia untuk menangis dan takut kepada Allah.

Nabi menganjurkan kepada setiap pembaca al-Qur’an untuk menangis, jika tidak maka berusaha. Dalam artian bahwa kita harus banyak bertaubat pada bulan suci Ramadhan, meminta ampunan atas segala dosa yang pernah kita lalui.

  1. Ramadhan mengajarkan manusia untuk memiliki rasa belas asih

Perbanyak membantu sesama pada bulan Ramadhan. Dalam bulan Ramadhan memberikan uzur bagi yang lupa, seperti orang yang lupa makan, minum dan jima, maka tidak batal puasanya.

  1. Para Ulama menganjurkan kepada orang tua untuk menyuruh anaknya berpuasa, hal ini agar ia terbiasa dalam ketaatan dan belajar tanggung jawab.
  2. Puasa mengajari manusia untuk berlaku sabar, sabar dalam ketaatan dan sabar saat meninggalkan kemaksiatan.
  3. Ramadhan mengajarkan manusia untuk memiliki jiwa social, mengajarkan manusia untuk hidup bersama.
  4. Ramadhan mengajarkan orang kaya agar peka kepada orang miskin dan mau berbagi kebahagiaan bersama mereka. Setelah orang kaya berpuasa dan merasakan dahaga dan lapar sebagaimana yang sering di rasakan oleh orang-orang miskin.
  5. Ramadhan mengajarkan manusia untuk menahan diri dari gejolak syahwat dan keinginan. Dengan menahan dahaga, haus dah jima akan memberikan manfaat bagi yang menjalankannya.
  6. Ramadhan mengajarkan manusia untuk mampu mengendalikan nafsu dan syahwat. Jika terhadap perkara-perkara yang halal ia mampu meninggalkannya, apalagi perkara-perkara yang haram.
  7. Ramadhan mengajarkan manusia untuk tidak bersikap bodoh. Dengan berteriak-terik yang menyebabkan orang lain terganggu.
  8. Syariat puasa bertahap, sebagaimana larangan khomr.
  9. Puasa mengajarkan manusia untuk bersikap pertengahan, tidak berlebih-lebihan dalam berpuasa, dengan beralasan masih kuat sehingga tidak buka puasa jika waktu azan telah tiba.
  10. Ramadhan mengajarkan manusia untuk memberikan kemudahan kepada orang lain ketika dalam kesulitan, sebagaimana orang yang safar tidak mengapa baginya tidak berpuasa.
  11. Adanya keringan untuk tidak berpuasa saat safar adalah bagian dari rahmat Allah kepada hamba-Nya.
  1. Ramadhan mengajari kita untuk memperbanyak do’a, karena do’anya orang yang puasa tidak tertolak. RAMADHAN DAN DO’A
  2. Ramadhan mengajadi kita untuk berkhalwat (berduaan) dengan Allah dan I’tikaf adalah salah satu cara untuk berduaan dengan Allah, karenanya disunnahkan untuk I’tikaf di sepuluh terakhir bulan ramadhan.
  3. Ramadhan mengajari kita untuk berpuasa dan kebaikkan akan melahirkan kebaikkan berikutnya, setelah puasa ramadhan kita dianjurkan untuk puasa enam hari di bulan syawwal.
  4. Ramadhan mengajari kita untuk bergantung dan berharap hanya kepada Allah. Karena berharap dan bergantung kepada-Nya adalah asas dari aqidah. Ketika seorang muslim berdo’a dan kepada Allah itu artinya ia berharap kepada-Nya.
  5. Ramadhan bukti nyata adanya permusuhan yang sangat dahsyat antara maukmin dengan setan dan iblis. Dengan terbelenggunya setan di bulan ramadhan memudahkan seorang mukmin untuk melakukan berbagai macam kebaikkan.
  6. Ramadhan mengajari kita untuk hidup sehat. Dengan berpuasa seorang mukmin sedang belajar hidup sehat. Tidak diragukan bahwa puasa memiliki manfaat terhadap kesehatan.
  7. Ramadhan mengajari kita untuk Husnudzon kepada Allah, hal ini terlihat dari banyaknya hadits yang menjanjikan tentang ampunan bagi yang melaksanakan ibadah di bulan ramadhan.
  8. Ramadhan akan mengikis sifat kesombongan dalam diri, ketika kita merasa bangga dengan amalan-amalan yang telah kita lakukan, ternyata disana ada banyak orang yang berlomba-lomba dalam kebaikkan dan lebih unggul dibandingkan kita.
  9. Ramadhan mengajari kita untuk menyembunyikan amalan kebaikkan, puasa adalah salah satu amalan tersembunyi. Ketika seseorang sudah mampu menyembunyikan amalannya sebagaimana menyembunyikan keburukannya, maka sedang belajar ikhlas. Belajar mengikhlaskan semua amalan hanya untuk Allah.
  10. Ramadhan mengajari kita untuk senantiasa di awasi Allah, karena puasa hanya diri kita dan Allah saja yang tahu. Hal ini mengajarkan kita untuk berbuat ihsan.
  11. Ramadhan mengajari kita untuk mengenal Allah lebih sempurna. Pengaruh nama dan sifat Allah terlihat di bulan Ramadhan. Contohnya;
    • Allah al-Ghafur maknanya yang Maha Pengampun, Allah membentangkan ampunannya bagi yang puasa.
    • Allah at-Tawwab maknanya yang Maha Menerima Taubat, ketika seorang hamba bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima Taubatnya.
    • Al-Afwu yang Maha Pemaaf, diantara do’a yang dimunajatkan seorang hamba saat terjadi malam lailatul qodar adalah berdo’a dengan menyebut nama al-Afwu.
    • Al Hakim yang Maha Bijaksana, kita menyakini bahwa puasa memiliki hikmah yang kita ketahui atau yang kita tidak ketahui.
  1. Ramadhan mengajari kita untuk senantiasa memiliki motivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikkan, berlomba untu melakukan ketaatan, berbagi dengan orang lain dan berdoa kepada Allah.
  2. Ramadhan mengajari kita untuk bergaya hidup hemat dan secukupnya.
  3. Ramdhan mengajari kita untuk memaksimalkan kesempatan, karena ramdhan terasa singat, dan waktu memiliki nilai harga yang tinggi, waktu tidak akan pernah terulang.
  4. Malam lailatul qodr di sembunyikan, agar setiap muslim bersungguh-sungguh untuk mendapatkannya. Sehingga ia menghabiskan waktu dan fisiknya untuk beribadah hanya kepada Allah.
  5. Ramdhan mengajari kita bahwa dosa memiliki tingkatan-tingkatan, jika ada yang sengaja muntah, maka cukup baginya mengqodho dilain waktu, berbeda jika ia berjima dengan pasangannya di siang hari maka baginya kaffarah dengan memerdekakan hamba sahaya, jika tidak ada maka puasa dua bulan berturut-turut dan seterusnya.
  6. Jika kita melihat dan menbaca kembali sirah nabawiyyah maka akan kita dapati ramadhan pada zaman Nabi terjadi peristiwa-peristiwa penting di antaranya, perang badr, fathum Makkah, perang hunain dan yang lainnya, agar kita tahu bahwa ramadhan adalah bulan kemenangan dan bulan bersungguh-sungguh.
  7. Ramadhan mengajari kita untuk memperhatikan perkara-perkara yang proritas, dahulukan yang wajib sebelum yang sunnah, seperi ramadhan mengajari kita untuk mendahulukan amalan-amalan wajib dibandingkan sunnah.
  8. Ramadhan mengajari kita tentang fiqh khilaf, bahwa masuk dan keluarnya bulan ramadhan dari satu tempat ke tempat lain yang berbeda dan kita pun berusaha untuk menerima, maka demikian pula dengan fiqh ibadah lainnya.
  9. Ramadhan mengajari kita bahwa segala amalan pasti ada kekuranga, puasa yang kita lakukan dengan bebagai macam jaminan pahala, namun tetap saja kadang ada rasa malas dan bosen, karenanya Allah syari’atkan zakat untuk menghapus kekurangan tersebut.

Ditulis ulang dari hasi susunan oleh Ust. Abu Rufaydah Endang Hermawan Unib

Sumber http://cianjurkotasantri.com

Tanggeung, Cianjur Selatan, 02 Ramadhan 1440 H

Silakan Share tulisan ini jika sangat bermanfaat dan kiranya akan banyak orang yang terbantu. Boleh tinggalkan komentar di kolom komentar dibawah.

Join Telegram disini

Tinggalkan Komentar Anda

Email Anda tidak bisa di publikasi Required fields are marked *